Daftar FAQ
A. Tentang BZone
Apa itu BZone?
BZone adalah ERP dengan IT Inventory untuk perusahaan penerima fasilitas kepabeanan, yaitu Kawasan Berikat, Gudang Berikat, PLB, KEK, dan KITE. BZone dikembangkan oleh ERP Indonesia (PT Eka Reka Palakerti Indonesia) di atas Odoo Community dan terhubung Host-to-Host ke CEISA 4.0.
Untuk perusahaan seperti apa BZone dibuat?
Modul apa saja yang ada di BZone?
Perusahaan kami sudah memakai ERP lain. Apakah tetap bisa memakai BZone?
Apakah BZone berbasis cloud atau on-premise?
B. Regulasi dan Kepatuhan
Ya. BZone dirancang mengikuti kriteria IT Inventory tiap fasilitas: PER-6/BC/2023 untuk Kawasan Berikat, Gudang Berikat, dan PLB, PER-24/BC/2023 untuk KEK, serta PER-8/BC/2022 untuk KITE Pembebasan. Kepatuhan akhir tetap bergantung pada proses dan dokumen perusahaan, dan penilaiannya dilakukan Bea Cukai.
C. Integrasi CEISA 4.0 dan INSW
Lewat integrasi Host-to-Host. Dokumen pabean dikirim dari BZone ke CEISA 4.0 tanpa unggah manual, dan datanya berasal dari transaksi yang sama dengan laporan IT Inventory. Lihat integrasi CEISA 4.0.
D. Operasional
BZone mendukung pelacakan batch dan nomor seri, metode FIFO/FEFO, pemindaian barcode, dan penelusuran berbasis Bill of Materials, dari bahan baku, barang dalam proses, sampai barang jadi.
E. Implementasi dan Pendampingan
Tergantung paket: sekitar 8 minggu untuk Lite, 12 minggu untuk Basic, 16 minggu untuk Professional, dan sesuai kebutuhan untuk Custom. Kesiapan data dan proses perusahaan ikut menentukan.
F. Harga dan Garansi
Ada dua komponen: biaya implementasi sekali bayar (Rp88 juta untuk sistem lengkap, atau Rp25 juta untuk setup BZone Engine) dan biaya langganan bulanan sesuai paket Lite, Basic, Professional, atau Custom. Lihat halaman harga.
G. Dukungan dan Keamanan
Helpdesk dengan kuota tiket per bulan sesuai paket (2 untuk Lite, 5 untuk Basic, 10 untuk Professional, 20 untuk Custom), dukungan lewat WhatsApp, dan pembaruan sistem. Dukungan onsite tersedia dengan biaya tambahan.
